Kamis, 11 Oktober 2012

Ringkasan Materi ( Minggu ke-4 )


A.    Konsep dan Aplikasi Media Pembelajaran
1.      Pembelajaran Sebagai Proses Komunikasi
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai positif. Kriteria belajar adalah sebagai berikut :
·      Belajar sebabnya di sadari
·      Adanya proses
·      Belajar membutuhkan interaksi

2.      Kedudukan Media dalam Sistem Pembelajaran
Komponen pembelajaran meliputi : tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi. Media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran, misalnya : media film, televisi, diagram, dan komputer. Media pembelajaran selalu terdiri dari dua unsur penting yaitu unsur perangkat keras dan unsur pesan yang di bawanya.

3.      Komponen-komponen Komunikasi
Mempunyai komunikator, pesan, saluran, penerima pesan dan balikannya. Faktor yang mempengaruhi efektivitas sebuah komunikasi (Ishak, 1995 : 3) :
a)    Kemampuan berkomunikasi penyampaian pesan
b)   Sikap dan pandangan penyampaian pesan
c)    Tingkat penyampain pesan
d)   Latar sosial budaya dan ekonomi

4.      Perumusan Tujuan Mempunyai Ketentuan
a)    Learned Oriented
b)   Operational Oriented
c)    Kebermanfaatan
d)   Learnability

5.      Penjelasan Prosedur Pengembangan Media
a)    Identifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa
Maksudnya adalah adanya kesenjangan antara kemampuan dan sikap yang kita inginkan dengan kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yang berbeda-beda. contohnya, pada siswa SD diharapkan memiliki keterampilan menulis dan menghitung.
 b)   Perumusan tujuan
Merupakan suatu yang sangat penting karena akan mempengaruhi arah dan tindakan kita. Misalnya, dengan menggunakan gambar siswa SD di harapkan memiliki pengetahuan untuk membedakan hewan omnivora, herbivore dan karnivora.
c)    Perumusan materi
Materi perlu disusun dengan memperhatikan kriteria-kriteria tertentu dianta sahih (valid), tingkat kepentingan (significant). Contok : nama-nama pulau besar yang ada di Indonesia.
d)   Perumusan alat pengukur keberhasilan
Pembelajaran yang dilakukan haruslah diukur apakah tujuan pembelajarannya sudah tercapai atau belum. Contoh : LKS
e)    GBPM
Sebagai pedoman untuk menulis naskah pembelajaran media. Contoh : topik-topik yang berisi materi pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan psikomotorik yang memerlukan penjelasan visual.
f)    Penulisan naskah media

B.     Meretas Masa Depan
Arief Sadiman, dkk memberikan urutan langkah-langkah yang harus diambil dalam pengembangan program media menjadi 6 langkah, yaitu :
·         Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa
·         Merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dank has
·         Merumuskan butir-butir materi secara terperinci
·         Mengembangkan alat oengukur keberhasilan
·         Menulis naskah media
·         Mengadakan tes dan revisi

C.    Aspek Penting Dalam Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis TIK
1.      Aspek pembelajaran
a.  Rumusan judul
b.  Rumusan tujuan pembelajaran
c.  Apersepsi
2.      Peranan design komunikasi visual (DKV) dalan perancangan media pembelajaran berbasis TIK
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan media pembelajaran berbasis TIK:
o    Komunikatif
o    Kreatif
o    Sederhana
o    Unity
o    Penggambaran objek dalam bentuk image yang presentatif
o    Pemilihan warna
o    Tipografi
o    Tata letak
o    Unsur visual bergerak

D.  Klasifikasi Karakteristik Siswa Berdasarkan Potensi
         1. Aliran yang berkaitan dengan potensi manusia :
a.  Nativisme
b.  Empirisme
c.  Konvergensi
      2. Klasifikasi kecerdasan  :
·           >140 (genius)
·           130 – 139 = Sangat Pandai
·           120 – 129 = Pandai
·           110 – 119 = Di atas Normal
·           90 –109 = Normal/Sedang
·           80 – 89 = Di bawah Normal
·           70 – 79 = Bodoh
·           50 – 69 = Feeble Minded: Moron
·           < 49 = Feeble Monded: Imbicile/Idiot
         3.   Modalitas belajar :
·           Visual N
·           Auditorial O
·           Kinestetik N
Thurstone mendeskripsikan kecerdasan dan keterbakatan menjadi beberapa faktor kemampuan yang dikenal dengan faktor ganda : kemampuan verbal, berhitung, geometri, kelancaran kata, ingatan dan penalaran.
·         Aspek-aspek siswa : minat, sikap, motivasi
·         Klasifikasi karakteristik siswa : pribadi dan psikis

Teori kecerdasan ganda menyatakan bahwa kecerdasan dan keberbakatan manusia terdiri atas tujuh komponen yang semiotonom, yaitu kecerdasan musik (musical intelligence), kecerdasasan bodi-kinestetik (bodily-kinesthetic intelligence), kecerdasan logika-matematika (logical-mathematical intelligence), kecerdasan ruang (spatial intelligence), kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence), dan kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence).

E.  Bagaimana Merumuskan Tujuan Khusus Pembelajaran yang Lengkap dan Cermat
     Pada karya klasik Marger (1975) yang memasukkan 3 komponen utama dalam suatu rumusan dan tujuan : perilaku, kondisi dan derajat (criteria) keberhasilan.
  •   Definisi kondisi
Komponen kondisi dalam tujuan khusus pengajaran menyebutkan “Sesuatu” yang secara khusus   diberikan atau tidak diberikan ketika mahasiswa menampilkan perilaku yang ditetapkan dalam tujuan. Sesuatu yang dimaksud sebagai kondisi dalam tujuan khusus pengajaran biasanya berupa :
a.       Bahan dan alat
b.      Informasi
c.       Lingkungan
Penyebutan kondisi dalam suatu rumusan tujuan khusus pengajaran diperlukan apabila :
a.       Ada atau tidak adanya kondisi memiliki pengaruh yang berarti pada kemampuan mahasiswa dalam menampilkan perilaku seperti yang ditetapkan dalam rumusan tujuan.
b.      Mahasiswa telah dinyatakan secara jelas dan cermat apabila cukup rinci dimana mahasiswa dapat mengidentifikasi bahan, alat, informasi atau lingkungan yang diperlukan untuk menampilkan perilaku yang ditetapkan dalam tujuan.
c.       Kondisi telah dinyatakan secara lengkap apabila semua bahan, alat, informasi dan lingkungan yang mempengaruhi mahasiswa dalam menampilkan perilaku yang ditetapkan dalam tujuan khusus dicantumkan.

F. Panduan Pengembangan Media Pembelajaran
a.       Pengertian materi pembelajaran
Adalah pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
b.      Jenis-jenis materi pembelajaran
·         Fakta
·         Konsep
·         Prinsip
·         Prosedur
·         Sikap/nilai
Prinsip-prinsip pengembangan materi pembelajaran :
a.  Relevansi → kesesuaian
b.  Konsistensi →keajegan
c.  Adequcy → kecukupan
Identifikasi materi pembelajaran dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
  • Potensi peserta didik
  • Relevansi dengan karakteristik daerah 
  • Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik 
  •  Bermanfaat bagi peserta didik 
  •  Struktur keilmuan 
  •  Aktualitas, kedalaman, dan kekuasaan materi pembelajaran 
  •  Relevansi dengan kebutuhan peserta didik 
  •  Alokasi waktu.
Penentuan cakupan dan urutan mencari pembelajaran:
     a).  Penentuan cakupan materi pembelajaran
     b). Urutan materi pembelajaran, ada 2 yaitu : pendekatan procedural dan pendekatan hierarkis.
     c).  Penentuan sumber belajar
Strategi implementasi media pembelajaran
       1.  Langkah-langkah penentuan materi pembelajaran
a)      Identifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar
b)      Identifikasi jenis-jenis materi pembelajaran

     2. Strategi urutan penyampaian
a)    Strategi urutan penyampaian simultan
b)   Strategi urutan penyampaian suksesif

     3. Strategi penyampaian jenis-jenis materi
a)    Strategi penyampaian fakta
b)   Strategi penyampaian konsep
c)    Strategi penyampaian materi pembelajaran prinsip
d)   Strategi penyampaian prosedural
e)    Strategi penyampaian materi aspek sikap

     4. Strategi belajar
a)    Menghafal
b)   Mengaplikasi
c)    Menemukan
d)   Memilih

G. Pengembangan Materi Pembelajaran Sains dalam Mata Kuliah IPA Terapan
·    Mata kuliah IPA
·    Topik-topik materi pembelajaran :
1)      IPA terapan penyediaan air ersih
2)      IPA terapan pada penanganan bahan pangan
3)      IPA terapan pada penanganan resapan air
·    Pengembangan materi pembelajaran IPA terapan
1. Penerapan elastisitas benda padat pada berbagai alat
2. Perubahan tekanan gas menjadi energy listrik pada Biogas
3. Perubahan gerak air/tekanan air menjadi energy listrik pada Kincir air pembangkit listrik
·    Kesimpulan
IPA terapan : penerapan ilmu IPA untuk mengatasi permasalahan praktis yang bermakna luas dan bersifat dinamis. Materi pembelajaran pada mata kuliah IPA Terapan bersifat dinamis, berkembang sesuai dengan arah dan ragamnya permasalahan dan terkait dengan kemajuan teknologi.



Media dan Sumber Belajar Berbasis ICT
Refleksi Minggu ke 4 .

Emmmzzzzzzz ...
Dalam pertemuan minggu ke 4 ini kita di tugaskan untuk membentuk kelompok besar yaitu terdiri dari 6 orang an setiap pertemuan pasti di gilir untuk menjadi ketua kelompok.nahhh giliriran teenku yag menjadi ketua kelompok . Dalam tugas pertemuan ke 4 ini kami di tugaskan untuk membahas dan meringkas materi pa yang telah di download yaitu materi dari 3a pmbelajaran ict sampai 3g pembelajaran ict,setelah itu ketua kelompok yang  tunjuk suruh memperpresantikan. Walaupun tugas ict semakin menumpuk dan tak mengerti kami berusaha untuk mengerjakannya :)
Setelah materi di download kemudian di ringkas kemudian tiap-kelompok mempresentasikan materi yang telah di ringkas tentang prosedur pengembangan media pembelajaran yaitu  identifikasi kebutuhan dan karakteristik, perumusan tujuan , perumusan alat ukur keberhasilan , GBPM, dan sebagainya setiap kelompok mempresentasikan  dengan menggunakan contoh-contoh untuk memudahkan teman untuk memahami materi yang telah disampaikan, dan kelompok kami pun mepersentaikan pembahasan tentang perumusan alat ukur keberhasilan yaitu megenalkan tentang berbagai rumusan tentang kemampuan setiap individu dimana kita harus mampu mengukur kemampuan kita untuk menunjang suatu keberhasialan.
satu perstu tiap kelompok maju untuk memperpresentasikan.
setelah semua kelompok maju untuk memperpresentasikan dan dosen pun memberikan tugas yang kami sangatt tidak mengerti .heheehehe
walaupun begitu kami tetap semangt untuk mengerjakannya walupun pada akhirnya pembuatan media flasnya blm selesai ,hahahahahaii 
Harapan :
Harapa saya semoga satu pertemuan bebas dari tugas .ammminnnnn :)
Kekhawatiran :
tidak bisa menyelesaikan tugas tpat waktu .

Kamis, 04 Oktober 2012

Laporan Observasi


Isi Laporan           : Hasil Observasi SD Negeri Karangtengah IV dalam Penggunaan Media Pembelajaran.
Judul Topik          : Penggunaaan Media Pembelajaran dengan Alat Peraga Bangun Ruang Kelas VI SD.
Lokasi observasi : SD Negeri Karangtengah IV
Hasil Diskusi :
1.       Latar Belakang Media Pembelajaran
Pada dasarnya tingkat pola pikir anak berkembang sesuai dengan usia perkembangannya. Khususnya dalam usia SD, pola pikir ataupun logika untuk menerima suatu materi yang bersifat abstrak (kelas VI) belum cukup mampu untuk dapat mengimajinasikannya. Sehingga dalam proses pembelajaran diperlukan sebuah media pembelajaran, guna memperlancar proses pembelajaran dan siswa tidak salah persepsi dalam menerima materi yang disampaikan.
Yang dimana pentingnya sebuah media pembelajaran adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran, selain itu juga sebagai alat guna mencapai tujuan dari pembelajaran. Oleh karena itu berdasarkan hasil observasi di SD Negeri Karangtengah, guru beranggapan bahwa media pembelajaran sangat berperan penting dalam kelancaran proses belajar mengajar.
Seperti materi bangun ruang dikels VI SD Negeri Karangtengah. Guru menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran, seperti kubus, balok, bola (bulat), piramid dll yang terbuat dari kayu. Guru menggunakan media yang dapat memperjelas penyampaian materi dan siswa dapat memahami materi yang diberikan guru.

2.      Alasan Penggunaan Media Pembelajaran
ALASAN MEMAKAI MEDIA PEMBELAJARAN BERUPA ALAT PERAGA BANGUN RUANG KELAS IV SD
ü  Ditinjau dari segi peserta didik :
1.     Agar siswa dapat membayangkan berbagai bangun ruang secara tepat.
2.     Memperjelas pandangan siswa tentang bentuk bangun ruang.
3.      Diharapkan siswa dapat membedakan berbagai bentuk bangun ruang dengan bangun datar.
4.     Diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran.
5.      Siswa dapat memberikan contoh berbagai bangun ruang selain yang ditunjukkan dengan alat peraga.

ü  Ditinjau dari segi Guru :
1.       Mempermudah guru dalam menyampaikan materi terkait bangun ruang.
2.      Memotivasi guru untuk lebih berfikir kreatif disetiap pembelajaran.
3.      Merubah pola fikir siswa bahwa sekolah itu menyenangkan dengan salah satu cara yaitu dengan interaksi secara langsung.
4.   Menambah minat belajar dan rasa ingin tahu siswa.
5. 

3.      Analisis (Berdasarkan Kriteria Pemilihan Media)
Media : Alat Peraga Bangun Ruang
Termasuk dalam kriteria pemilihan media :
·         Demonstration
Dalam hal ini media dapat digunakan sebagai alat untuk mendemonstrasikan sebuah konsep, alat, objek, kegunaan, bentuk, volume  dan lain-lain. Dalam  menyampaikan materi, guru mengenalkan bagun-bangun ruang,meberikan rumus dalam mencari volume,luas selimut, luas alas, tinggi bangun ruang dengan hubungan rumus phytagoras dll. Mekanisme pembelajarannya guru menjelaskan sambil menunjukkan alat bantu peraga sesuai jenis dan kegunaanya. Kemudian siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dalam suatu kelompok belajar.

4.      Posedur pemilihan media pembelajaran
            Berdasarkan hasil observasi di SD Negeri Karangtengah IV dapat disimpulkan bahwa media yang digunakan termasuk prosedur assure karena :
1.      Sebelum guru menggunakan media guru melakukan analisis terhadap karekteristik siswa
2.      Guru menentukan pembelajaran yaitu siswa diharapkan menguasai materi tentang ukuran ,bentuk dan volume bangun ruang dan lainnya.
3.      Guru membuat alat peraga berupa miniatur bangun ruang dengan memanfatkan limbah kardus.
4.      Alat peraga ini digunakan pada proses pembelajaran.
5.      Setelah guru menggunakan media ini, siswa memberikan respon  positive mereka aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
6.   Meberikan evaluasi kegunaan alat peraga,apa ada yang harus dibenahi atau tidak.
7.      Kemudian guru memberikan soal latihan untuk mengetahui penguasaan materi jika siswa dapat mengerjakan soal tersebut dengan benar, ini membuktikan bahwa alat peraga tersebut efektif dan efisien untuk proses pembelajaran.


Peserta Diskusi :
1.      Remanda Puspita Sari     ( 11005078 )
2.      Awali Fitriatus S.            ( 11005079 )
3.      Kurniawan Milia S.         ( 11005083 )
4.      Ibnatun Atsila S.             ( 11005085 )
5.      Fitri Arum K.                  ( 11005093 )
6.      Susi Sutini                      ( 11005103 )

Kamis, 27 September 2012

Kamis, 27 september 2012
PENGALAMAN SAAT OBSERVASI

Pengalaman Saya saat Observasi  ke sekolah dasar sangat mengesankan sekali,dimulakan pada saat saya harus memilih sekolahannya sendiri untuk observasi, untuk observasi ke sekolah dasar ini saya tidak sendiri, saya disinih di temani, teman-teman kelompok saya yaitu Silla dan Susi yang sangat luar biasa tidak kalah  patah semangatnya dengan saya. :-) walaupun kami sudah mencoba masuk ke berbagai sekolah dasar maupun anak usia dini dengan berbagai alasan yang logis yang tidak dapat menerima kami untuk observasi di sekolahannya tersebut dalam satu contoh karena sekolahan tersebut belum ada pembelajaran ICT nya,di situ kami tidak berputus asa dan terus memikirkan sekolahan mana yang menggunakan berbasis ICT  dan akhirnya salah satu sekolahan yang kami datangi tersebut menawarkan untuk mencoba datang ke SD N Giwangan,karena kata Kepala sekolah tersebut SD giwangan sudah berbasis ICT. Akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan kami ke SD N Giwangan. Dan Sesampainnya kami di SD N Giwangan Yogyakarta, kami sangat terkesan karena kebersihannya dan ke nyamanannya sekolahan tersebut karena di depan kelas-kelas maupun kantor dan ruang guru terdapat tanaman-tanaman kecil yang membuat kenyamanan dan ke indahan sekolahan tersebut . Selain itu kebetulan pada saat kami observasi di sekolahan tersebut sedang ada promosi suatu makanan gak tau dari prodak apa yaitu Bur Yam .hehehe
Di situ kami sanagt senang karena kemungkinan nanti akan melihat keramaian anak-anak murid sekolahan tersebut menikmati ke lezatan  Bur Yam tersebut dan kami pun bisa ikut berbincang-bincang sedikit dengan amurid-murid SD N Giwangan tersebut. Lalu kami pun masuk ke ruang guru / kantor untuk meminta ijin bahwa kami akan observasi di sekolahan tersebut. Dan kami pun meminta ijin untuk bisa observasi di sekolahan tersebut dan karena di sekolahan tersebut sedang ada pergantian kepala sekolah akhirnya kami di beri ijin untuk observasi oleh seorang guru yang ada di kantor pada saat itu juga,nama guru tersebut saya lupa namanya yang penting guru di situ mengajarnya . heheheu  Lalu kami pun di beri ijin untuk observasi saat itu juga. Disitu kami diperkenalkan kepada guru ict di sekolahan tersebut yaitu Mas.Arief dan Ibu Dian kebetulan Guru ICT di Sekolahan SD N Giwangan tersebut ada 2,dan kebetulan pada kami kesana pembelajaran ICT nya belum di mulai karena jadwal pembelajarannya jam 11.00, nah pada guru ict nya mengatakan tersebut kami bingung untuk membagi waktunya karena pada saat jam segitu kami ada kuliah Muatan Lokal, lau kami menanyakan kembali ke guru ict tersebut jam berapa lagi ada pembelajaran ict, Mas.Arif  mengatakan :" ada lagi jam 12.00 sampai jam 13.00 " lalu kami pun memutuskan untuk mengobservasi jam 12.00'san kesekolahan itu lagi . dan mas arif pun siap untuk membantu kami  katanya .hehe
Setelah perijinan tersebut selesai, kami tidak langsung  pulang dan kami mengamati berbagai aspek lingkungan maupun kegiatan di SD tersebut untuk di jadikan sebuah laporan hasil observasi kami tidak hanya pembelajaran ICT nya tapi ruang lingkup yang ada di sekolahan tersebut,dari lingkungan dan fasilitasnya dari mengamati peserta didiknya sendiri, disinih kami sangat senang sekali bisa melihat adik-adik kita ini bermain,bercanda tawa,maupun berlari-lari .heheehe
yang paling mengejutkan kami ada seorang murid yang langsung mendekati kami dan langsung menyapa kami dan menanyakan "mba, dari UAD ya ? kakak saya juga kuliah di UAD namanya mba.Ayu.Ungkapan seorang anak bernama naomi." dan kami pun menjawab iya serta berbincang-bincang yang lainnya dengan anak tersebut  .
 Bell.... istirahat pun berbunyi,tandanya semua mutrid-murid SD N Giwangan tersebut beristirahat  dan perkiraann kami pun benar bahwa murid-murid SD N Giwangan di suruh berbaris untuk menikmati kelezatan Bur Yam tersebut semua baris, dan mendapatkan bur yam tersebut lalu yang tidak mendapatkan Bur yam tersebut mereka mendapatkan Bur yam mentahannya untuk di bawa pulang untuk di masak sendiri. Lalu setelah kami muter-muter untuk melihat keadaan  di Sekolah tersebut akhirnya kami beristirahat dan duduk di kursi nyang ada di depan-depan kelas tersebut. Lalu ada seorang murid laki-laki yang datang kekami sambil memegang tangan saya seperti laporan merengik-rengik menceritakan Kelezatan Bur Yam tersebut dan meminta kekami supaya kami membagikan bur yam tersebut.:-D padahal di hati kami sebenarnya kami bukan penjual bur yam tapi kami sedang observasi  .:-D berbagai kelucuannya murid-murid SD N Giwangan tersebut :) Dan pada akhirnya kami pulang dan meminta ijin nanti akan kesinih lagi jam 12.00'n setelah perkuliahan selesai. Kami pun mengikuti perkuliahan muatan lokal tersebut, Setelah perkuliahan selesai kami pun pergi untuk ke SD N Giowangan lagi untuk melakukan observasi. Sesampainya di san Guru ICTnya mengatakan :" Mba maaf pembelajarannya samapai jam 11'n semua murid di setengah harikan karena ada rapat pengangkatan kepala sekolah baru jadi observasi paling besok pagi jam 09.00". Dan kami pun memutuskan besok utuk ke sinih lagi dan berharap tidak ada hambatan lagi :) dan kami pun meminta ijin untuk besok datang terlambat pada mata kuliah kurikulum di SD kepada Bu.Dholina dan akhirnya Bu.Dholina mengijinkannya serta memakluminya bahwa mengobservasi sebuah sekolah tuh tidak mudah harus bisa menyesuaikan waktunya yang belum tentu waktunya tidak sam dengan jadwal kita maupun yang di ingiunkan kita,semua itu pilihan dan butuh pengorbanan dan di situ kami mulai semangat untuk melanjutkan observasi tersebut akhirnya tujuan kita untuk observasi pembelajaran ict di sd terwujud walaupun pada saat itu proyektornya melami gannguan sehingga bu.dian selaku guru ict tersebut harus bbelajr kreatif supaya murid-muridnya tidak ribut danmateri bisa tersampaikan. akhirnya bu dina memilih jalan untuk mengeprinkan materi yang akan di bahas sehingga murid-murid nya bisa menyesuaikan / mengikuti pembelajaran berlangsung .Akhirnya tugas kami pun terselesaikan untuk observasi  SD N Giwangan dan saatnya kami membuat laporannya yang targer malam jumat dah terselesaikan .aminnn ^_^  dan kami berharap semoga tugas ini bisa cepat-cepat serlesai walaupun laporannya sederhana tetapi yang paling berharga kami bisa mendapatkan ilmu serta pengalaman pada saat kita observasi .:)  

Mekanisme penyampaian oleh guru tersebut :
  •  Sebelum pembelajaran berlangsung anak-anak di suruh berdoa terlebih dahulu .
  • Menggunakan Metode ceramah 
Penggunaan Media Pembelajarannya :
  • Proyektor
  • LCD
  • Infokus
  • Speaker
  • Printer
Bagaimana aktifitas siswa dalam pembelajarannya :
  • Aktif banyak anak-anak yang mau brtanya dan sebagian anak mengajarkkkan materi pembelajaran ict yang belum bisa .
. Efektifitas pembelajaran terkait metode dan media pembelajaran yang digunakan :
  • Sangat efektif karena saling berhubunga dan saling melengkapi antara metode yang di gunakan dengan media pembelajaran tersebut .
 berbagai pengalaman dari observasi :
  • Sangat banyak pengalaman yang di dapat serta berkesan sehingga membuat kami nyaman menjadi mahasiswa PGSD :)
Harapan kami ke depan semoga kita sebagai pendidik-pendidik masa depan harus memberikan contoh yang baik yang mampu menanamkan nilai-nilai yang baik terhadap anak bangsa berikutnya supaya menghasilkan generasi yang bermuta yang bisa bersaing maupun berkompetensi dengan dunia  :)
SEMANGATTTT ......!!!! ^_^




Pertemuan 2                                                                            Jumat, 21 September 2012

Dipertemuan kedua ini, sudah mulai melakukan kegiatan pembelajran didlam kelas dengan membahas tugas minggu lalu. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung ada skenario pembelajaran.
Pembahasan yang diliakukan kemarin adalah tentang penggunaan media pembelajaran, Mekanisme penyampaian materi oleh guru, Bagaimana aktifitas siswa dalam proses pembelajaran, Efektifitas pembelajaran terkait metode dan media pembelajaran. Semua isi pembahasan tersebut diuraikan berdasarkan observasi yang telah dilakukan di sebuah Sekolah Dasar.
Dan selanjutnya adalah pembahasan tentang,
·         Kedudukan media sebagai alat komunikasi
Berdasarkan hasil diskusi minggu lalu, kedudukan media sebagai alat komunikasi dalam pembelajaran sangat membantu untuk berinteraksi antara siswa dengan guru. Contoh media pembelajarannya adalah LCD, OHP, alat peraga, permainan, dll.
Dengan memanfaatkan media yang ada tersebut akan lebih efisien dan efektif ketika proses belajar mengajar itu berlangsung.
·         Penggunaan media dalam pembelajaran :
Penggunaan media dalam pembelajaran disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, apakah tepat menggunakan media tersebut atau tidak sehingga memudahkan peserta didik untuk menangkap pelajaran maupun materi yang di sampaikan oleh gurunya tersebut.

Kebihan penggunaan media dalam pembelajaran :
  • Mempermudahkan kita untuk memberikan materi/menerangkan pada saat pembelajaran berlangsung.
  • mengefesiankan waktu pembelajaran.
  • Menghemat energi.
  • Lebih menarik dalam proses kegiatan pembelajaran karena dengan berbagai gambar atau tayangan yang pendidik / guru berikan.
Kekuranganannya penggunaan media dalam pembelajaran :
  • Siswa kurang kreatif maksudnya tidak mau berpikir sesuai kemampuannya dan pada akhirnya akan mempergantungkan kepada orang lain.
  • siswa menjadi malas.
  • karena ketergantungannya dengan hal-hal yang bersifat teknologi siswa tersebut akan asyik dengan dunianya sendiri sehinnga anak tersebuat akan peduli dengan dirinya sendiri dan tidak mempedulikan hal disekitarnya.

Dikuliah Media dan Sumber Belajar Berbasis ICT ini, saya merasa sedikit kualahan. Karena apa yang dipelajari itu benar-benar hal baru, memulainya dari nol dan sulit.
Sudah dua kali pertemuan saya harus menyesuaikan diri dengan sistem perkuliahan yang berlangsung. Tugas, tugas dan tugas yang setiap minggunya tugas ini membuat saya sedikit bingung. Mungkin karena belum terbiasa, semoga perkuliahan media dan sumber belajar berbasis ICT ini menjadi salah satu perkuliahan yang berlangsung secara menyenangkan dan membuat mahasiswa antuasias dalam menjalaninya dan meningkatkan minat belajar, belajar dan belajar sehingga dapat mengahisalkan hasil yang memuaskan. Aminnnnnnnnnn ^_^
Dengan adanya matakuliah ini semoga dapat menambah pengetahuan dan kreativitas mahasiswa, khususnya PGSD B UAD.Sukses untuk kita semua dan tunjukan Bahwa Kita Bisa !!^_^



Kamis, 20 September 2012

Apa yang di peroleh hari :
Yang di peroleh hari ini sebelumnya tidak saya bayangkan, banyak pengalaman serta pembelajaran yang saya lewati.Dalam salah satu contoh setelah saya melihat sebuah film dalam perkuliahan mata kuliah Menejemen Berbasis Sekolah yaitu sebuah film yang berjudul " Indonesia Mengajar ",dalam film menceritakan betapa mirisnya adanya kesenjangan dalam pendidikan di Indonesia ternyata, masih banyak anak-anak Indonesia yang  belum merasakan bagaimana kenyamanan belajar di jenjang pendidikan formal yang selayaknya. Dalam Film tersebut di lihatkan Presentase anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak, yaitu: SD 5,5%, SMP 87,88%, SMA 77,65. Disini tidak mendapatkan pendidikan yang layak di artikan bahwa siswa tidak  mendapatkan fasilitas yang baik dan layaknya seperti yang seharusnya mereka dapatkan.
Misalnya :
  •  mereka seharusnya belajar di ruang kelas tetapi nyatanya tidak dan mereka melakukan pembelajaran di lapangan sehingga membuat siswa-siswi merasa tidak nyaman.
  • Pemakaian seragam sekolah,seharysnya mereka juga mengenakan seragam sekolah seperti halnya sekolah-sekolah lainnya,tetepi kenyataan mereka mengenakan pakaian seadanya.
  • Buku Pelajaran, karna terbatasnya fasilitas jadi mereka menggunakan buku seadanya sehinnga mereka tidak mendapatkan ilmu yang luas sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.
Melihat kenyataan-kenyataan seprti itu sanagat miris perkembangan pendidikan di Indonesia,dan kita sebagai calon pendidik harus bisa mendidik dengan Hati agar bisa mensejahterakan dan mencerdaskan anak bangsa karna pada dasarnya tujuan pendidikan adalah mencerdaskan dan mensejahterakan peserta didiknya agar berkualitas menuju anak Indonesia yang bermutu.

Kehawatiran ke depan dengan melihat kejadian tersebut apabila tidak ada orang yang peduli dengan masalah tersebut takutnya akan semakin memperburuk dunia pendidikan  di indonesia bukannya maju tetapi malah semakin memburuk. Maka dari itu kita sebagai calon seorang pendidik harus mampu memperbaiki dunia pendidikan agar prosentase anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan di Indonesia semakin berkurang dan peserta didik bisa mendapatkan pendidikan yang layak serta mampu bersaing di dunia pendidikan.

Harapan saya ke depan,saya mampu memperbaiki kinerja  pendidikan supaya tidak lagi terjadi kesenjangan di bidang pendidikan dan berbagai anak pun, siapapun, dimanapun berada bisa mendapatkan pendidikan dengan baik dan layak serta dapat bersaing di dunia pendidikan . :-)

Inilah tugas kita untuk mempebaiki kinerja pendidikan karna INDONESIA MEMBUTUHKAN ANDA ! ! ^_^